LEBAK | Mediatargetkamera.my.id
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Nangkub, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Ribuan jemaah memadati halaman Masjid Al-Baroqah sejak sebelum acara dimulai. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Suasana semakin khidmat ketika lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di tengah-tengah jemaah. Masyarakat dengan penuh kekhusyukan mengikuti jalannya acara sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi kali ini menghadirkan penceramah dari Kabupaten Pandeglang, Kiai Ujang, yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Maung Kulon.
Dalam tausiyahnya, Ki Maung Kulon mengajak masyarakat menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga harus dibuktikan melalui perilaku dan akhlak.
Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni, “Mari Jadikan Nabi Muhammad SAW Suri Tauladan yang Baik dengan Empat Sifat yang Mulia: Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.”
Empat sifat utama Rasulullah SAW tersebut menjadi pesan penting dalam peringatan Maulid. Siddiq berarti senantiasa berkata dan berbuat jujur, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh berarti menyampaikan kebenaran, sedangkan fathanah berarti cerdas dan bijaksana.
Panitia Apresiasi Antusiasme Warga
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Asep Wawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Ribuan warga hadir dan bersama-sama mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat,” ujar Asep Wawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan, baik berupa materi maupun bantuan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah membantu. Tanpa adanya kebersamaan dan kepedulian dari seluruh pihak, tentu kegiatan ini tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan,” katanya.
Menurut Asep Wawan, dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan masih sangat kuat di Kampung Nangkub.
“Yang paling membanggakan bagi kami adalah semangat warga. Mereka tidak hanya datang menghadiri acara, tetapi ikut membantu sejak persiapan sampai kegiatan berlangsung. Ada yang membantu tenaga, pikiran, konsumsi, kebersihan, pengamanan hingga berbagai kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak hanya muncul saat momentum Maulid Nabi, tetapi juga terus terjaga dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.
“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus dipertahankan. Jangan hanya ketika ada Maulid Nabi, tetapi juga dalam kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan lainnya. Dengan persatuan dan kebersamaan, insyaallah kampung kita akan semakin maju dan harmonis,” tuturnya.
Asep Wawan juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk semakin mencintai Rasulullah SAW. Cinta kepada Rasulullah harus kita buktikan dengan mengikuti ajaran dan akhlak beliau. Mudah-mudahan kita semua diberikan kekuatan untuk menerapkan sifat siddiq, amanah, tabligh dan fathanah dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Gotong Royong Warga Jadi Kekuatan Kegiatan
Sementara itu, Asep Sunardi, selaku Ketua RT 003/001, turut mengapresiasi antusiasme warga Kampung Nangkub dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saya melihat sendiri bagaimana antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Warga bersama-sama membantu menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat masih sangat kuat,” ujar Asep Sunardi.
Ia mengatakan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan partisipasi seluruh masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sudah memberikan tenaga, pikiran, waktu dan segala bentuk bantuan untuk kegiatan ini. Semua dilakukan dengan ikhlas demi terlaksananya kegiatan keagamaan dan demi kebersamaan kita semua,” katanya.
Asep Sunardi juga menyampaikan penghargaan kepada para donatur, panitia dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
“Kepada para donatur, panitia dan seluruh masyarakat yang sudah berpartisipasi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga segala kebaikan yang diberikan, setiap tenaga yang dikeluarkan, setiap pikiran yang dicurahkan, dan setiap rupiah yang disumbangkan menjadi catatan amal kebaikan di hadapan Allah SWT,” ucapnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memberikan manfaat sekaligus membawa perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
“Mudah-mudahan melalui peringatan Maulid Nabi ini, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin bertambah. Mudah-mudahan anak-anak kita juga bisa mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, sehingga generasi ke depan menjadi generasi yang berakhlak mulia,” harapnya.
Asep Sunardi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan silaturahmi yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut.
“Jangan sampai setelah acara selesai kebersamaan ini ikut selesai. Justru setelah Maulid ini, mari kita semakin mempererat silaturahmi, saling membantu dan saling peduli. Karena kekuatan masyarakat ada pada persatuan dan kebersamaan,” tegasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Nangkub tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial serta mendorong masyarakat untuk menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Satria / Tim
Editor: Apolo
