PANDEGLANG, 5 September 2026 — Krisis air bersih akibat kemarau panjang kembali dirasakan masyarakat di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD-PK Kabupaten Pandeglang bersama Koramil 0116/Cikeusik dan Pemerintah Desa Cikeusik menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Pasir Eurih, Desa Cikeusik, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah bersama unsur kewilayahan dalam membantu warga yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Desa Cikeusik, Enur, yang turut terlibat langsung dalam proses penyaluran, menyampaikan apresiasi kepada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang atas respons terhadap kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih kepada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang telah memenuhi harapan masyarakat Desa Cikeusik untuk mendapatkan air bersih,” ujar Enur.
Menurut Enur, kondisi sejumlah sumber air di wilayah Desa Cikeusik saat ini semakin memprihatinkan. Debit Sungai Cikeusik terus menyusut akibat kemarau, sementara sejumlah sumber mata air lainnya juga mulai mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sementara itu, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, Sertu Eri Piatna, mengatakan Kampung Pasir Eurih merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak kekeringan.
Menurutnya, penyaluran air bersih pada 5 September 2026 tersebut merupakan penyaluran kedua khusus untuk wilayah Kampung Pasir Eurih.
“Penyaluran air bersih ke wilayah terparah di Desa Cikeusik yang mengalami kekeringan ini merupakan yang kedua kalinya, khususnya di Kampung Pasir Eurih yang sangat terdampak dan kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Eri.
Ia mengungkapkan, menyusutnya debit Sungai Cikeusik membuat masyarakat berada dalam kondisi sulit. Bahkan, sebagian warga masih terpaksa menggunakan air sungai untuk mandi dan memenuhi kebutuhan lainnya, meski kondisi air dinilai sudah tidak ideal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Reaksi Cepat BPBD-PK Kabupaten Pandeglang yang telah membantu masyarakat Kampung Pasir Eurih. Saat ini masyarakat benar-benar mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Eri menambahkan, kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, sejumlah warga mulai mengalami keluhan penyakit kulit yang diduga berkaitan dengan penggunaan air sungai yang debitnya semakin menyusut.
Di sisi lain, Munah, salah seorang warga Kampung Pasir Eurih, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Terlebih, masyarakat setempat tengah mempersiapkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Terima kasih kepada BPBD Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Desa Cikeusik serta Koramil Cikeusik yang telah menyalurkan bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Munah.
Munah mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5.000 per galon. Bagi sebagian masyarakat, biaya tersebut cukup memberatkan karena harus dikeluarkan di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik.
“Kami untuk mendapatkan air bersih harus mengeluarkan Rp5.000 per galon. Ini sangat kesulitan bagi kami, apalagi kondisi ekonomi sedang kurang bagus. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan air bersih ini kami sangat terbantu,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama dalam persiapan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Kampung Pasir Eurih.
Reporter: Satria Hidayat
