Pandeglang | Mediatargetkamera.my.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik, hingga kini disebut belum menjangkau SDN Leuwibalang 2 yang berada di Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Sementara itu, siswa-siswi SDN Leuwibalang 2 berharap sekolah mereka segera mendapatkan layanan makanan bergizi gratis seperti sekolah lainnya.
Sejumlah siswa mengungkapkan harapannya agar program MBG dapat segera direalisasikan di sekolah mereka.
“Kami berharap kapan sekolah kami mendapatkan makanan bergizi gratis (MBG),” ungkap siswa-siswi SDN Leuwibalang 2, Sabtu (10/10/2026).
Kepala SDN Leuwibalang 2, Eman Suparman, S.Pd., membenarkan bahwa hingga saat ini sekolah yang dipimpinnya belum mendapatkan program MBG.
Ia berharap pihak yang memiliki kewenangan dapat segera menindaklanjuti kondisi tersebut agar para siswa di SDN Leuwibalang 2 juga bisa merasakan manfaat program MBG.
“Sampai hari ini sekolah kami belum mendapatkan program MBG. Saya berharap kepada pihak yang berwenang agar program tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga siswa-siswi kami bisa merasakan manfaatnya seperti sekolah lain,” ungkap Eman.
Sementara itu, Satria Hidayat, anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), meminta pihak terkait segera melakukan pendataan dan memastikan sekolah-sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG agar tidak tertinggal.
Menurutnya, pemerataan program perlu menjadi perhatian agar seluruh peserta didik, baik di sekolah dasar maupun jenjang pendidikan lainnya di Kecamatan Cikeusik, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan tersebut.
Satria juga meminta adanya kejelasan mengenai pelaksanaan dan jangkauan program MBG di setiap desa di Kecamatan Cikeusik, termasuk SDN Leuwibalang 2 serta sekolah-sekolah lain yang hingga kini disebut belum menerima program tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah, instansi terkait, dan penyelenggara program dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan serta mengevaluasi jangkauan layanan MBG di wilayah pedesaan.
“Program MBG diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh peserta didik secara bertahap dan merata. Kami berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta penyelenggara program segera turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang terlewat, khususnya di Kecamatan Cikeusik,” pungkas Satria.
Hingga berita ini disusun, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab SDN Leuwibalang 2 belum menerima program MBG serta langkah yang akan dilakukan untuk menindaklanjutinya.
(Red/Tim)
