JAKARTA UTARA | mediatargetkamera.my.id — Festival Qasidah Rebana tingkat Jakarta Utara yang digelar di Islamic Center JIS, Jakarta Utara, Sabtu (24/10/2026), menjadi momentum kebangkitan seni qasidah rebana yang sempat mengalami masa surut.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya melestarikan sekaligus menghidupkan kembali seni musik Islami tradisional di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Jakarta Utara, Hj. Sahlah Sapari, S.E., M.M., menyampaikan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya qasidah rebana agar tetap dikenal dan diminati oleh generasi penerus.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari dirinya selaku pimpinan DPD LASQI Nusantara Jaya Jakarta Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Sahlah Sapari juga melantik pengurus LASQI Nusantara Jaya tingkat kecamatan se-Jakarta Utara yang mencakup enam kecamatan. Pelantikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepengurusan organisasi sekaligus mendorong pengembangan seni qasidah rebana di setiap wilayah.
Ustadz Bandu menambahkan bahwa penyelenggaraan festival ini berawal dari inisiatif Hj. Sahlah Sapari, S.E., M.M., sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan seni qasidah rebana di Jakarta Utara.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Wali Kota Jakarta Utara, Sekretaris Jenderal DPP LASQI Nusantara Jaya Indonesia, Drs. Inu Aminudin, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Utara.
Sebanyak 15 tim qasidah dari berbagai wilayah di Jakarta Utara turut ambil bagian dalam festival tersebut. Penampilan para peserta menambah semarak acara sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam melestarikan seni musik Islami tradisional.
Kegiatan ini juga disaksikan oleh para duta qasidah dari berbagai daerah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Melalui festival tersebut, diharapkan seni qasidah rebana dapat kembali berkembang, memperoleh ruang yang lebih luas di tengah masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai keislaman.
Team/Red/THN
