MANADO | mediatargetkamera.my.id — Pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 mulai memasuki tahapan persiapan. Setelah pembentukan panitia pada 14 Oktober 2026, dinamika pemilihan pimpinan universitas tersebut mulai menjadi perhatian, termasuk munculnya sejumlah nama akademisi yang dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat. Akademisi kelahiran 26 September 1967 ini memiliki perjalanan panjang di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, penelitian, serta pengelolaan institusi pendidikan tinggi.
Berdasarkan daftar riwayat hidup yang diperbarui pada 1 Oktober 2026, Grace memiliki pengalaman sebagai tenaga medis, dosen, pengelola program akademik, dekan, hingga Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat.
Menempuh Pendidikan Kedokteran hingga Meraih Gelar Guru Besar
Grace menempuh pendidikan dasar di SD Kristen Tabita Manado, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 Manado. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1985, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan meraih gelar sarjana kedokteran pada 1993.
Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) di sebuah puskesmas di Tareran, Minahasa, sekitar 1994–1997.
Pada 1997, Grace bergabung sebagai pegawai negeri sipil sekaligus staf pengajar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unsrat.
Untuk memperdalam keilmuannya, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia. Gelar magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan bidang Administrasi Kebijakan Kesehatan diraihnya pada 2002. Pendidikan doktoral di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan konsentrasi Epidemiologi diselesaikannya pada 2008.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu landasan dalam perjalanan akademiknya, khususnya dalam pengembangan ilmu epidemiologi dan kesehatan masyarakat.
Selain menjalankan aktivitas akademik, Grace pernah menjabat sebagai Direktur Medis RS Sentra Medika Cikarang pada 2002–2003.
Pengalaman Kepemimpinan di Lingkungan Unsrat
Karier Grace di Unsrat terus berkembang melalui sejumlah jabatan struktural dan akademik.
Pada 2008–2012, ia dipercaya sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana. Selanjutnya, pada 2012–2014, ia menjabat sebagai Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Unsrat.
Ia kemudian dipercaya memimpin Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana pada 2013–2015.
Pada 2014, Grace mencapai jenjang Guru Besar. Setahun berikutnya, ia diangkat menjadi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat untuk periode 2015–2019.
Dalam perkembangan selanjutnya, ia tercatat menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat sejak 2023.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan pengalamannya dalam pelaksanaan kegiatan akademik, pengelolaan program pendidikan, serta organisasi di lingkungan perguruan tinggi.
Aktif dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah
Selain mengajar dan menjalankan tugas kepemimpinan akademik, Grace Kandou memiliki rekam jejak penelitian di bidang kesehatan masyarakat.
Sejumlah penelitian yang tercantum dalam daftar riwayat hidupnya membahas epidemiologi, penyakit tidak menular, perilaku hidup sehat, kesehatan lingkungan, serta penanganan penyakit menular.
Beberapa di antaranya adalah kajian mengenai kebiasaan makan masyarakat Minahasa dan kaitannya dengan kejadian penyakit jantung koroner, faktor risiko hipertensi, serta analisis COVID-19 di Kabupaten Minahasa Utara.
Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai penerimaan masyarakat pesisir terhadap vaksinasi COVID-19 dan edukasi kesehatan untuk mendukung pengobatan tuberkulosis di Minahasa Utara.
Di bidang penulisan buku, Grace tercatat menerbitkan tiga buku yang berkaitan dengan epidemiologi, yakni Dasar Epidemiologi pada 2021, Field Epidemiology pada 2022, dan Epidemiologi Kesehatan Darurat pada 2023.
Pada 2025–2026, ia tercatat sebagai ketua penelitian Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) mengenai inovasi sosial dan kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan ekosistem serta aktivitas warga di sekitar kawasan pertambangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Penelitian tersebut memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Terlibat dalam Pengabdian Masyarakat dan Penanganan COVID-19
Pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari perjalanan profesional Grace. Dalam daftar riwayat hidupnya, ia mencatat keterlibatan dalam berbagai kegiatan bakti sosial kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, serta program pencegahan penyakit.
Pada 2020, Grace tercatat menjadi bagian dari tim pengarah sebagai pakar epidemiologi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Manado.
Ia juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam sejumlah forum dan webinar yang membahas komunikasi publik terkait COVID-19, kesiapan menghadapi era normal baru, serta strategi penanganan pandemi di Sulawesi Utara.
Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam persoalan kesehatan masyarakat, baik melalui kegiatan akademik maupun kontribusi di tingkat masyarakat.
Pengalaman Organisasi dan Penghargaan
Di luar lingkungan kampus, Grace aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan.
Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manado sejak 1997 dan anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sejak 2002. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah IAKMI Provinsi Sulawesi Utara.
Grace juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk periode 2015–2020.
Selain itu, ia tercatat sebagai Ketua Bidang Preventif Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Utara sejak 2021, Wakil Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sulawesi Utara sejak 2016, serta Ketua III Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025–2030.
Pada 2026, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031.
Atas kontribusinya dalam bidang kesehatan masyarakat, Grace menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 2019 terkait dukungannya terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pilrek Unsrat 2026–2030 Menjadi Momentum Strategis
Pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030 menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan universitas untuk beberapa tahun ke depan.
Pergantian kepemimpinan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut kebijakan akademik, penguatan penelitian, pengembangan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola institusi.
Dengan latar belakang pendidikan kedokteran, gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat, jabatan Guru Besar, serta pengalaman sebagai dekan dan Ketua Senat FKM, Grace Kandou memiliki rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang relevan untuk dicermati dalam dinamika pemilihan rektor.
Meski demikian, penilaian mengenai integritas, kapasitas kepemimpinan, dan kelayakan setiap kandidat perlu didasarkan pada rekam jejak yang terverifikasi, rekam prestasi, serta proses seleksi yang objektif dan transparan.
Kepastian mengenai status pencalonan Grace Kandou tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi panitia pemilihan.
Tahapan Pemilihan Rektor Unsrat 2026–2030
Senat Universitas Sam Ratulangi telah mengumumkan tahapan Pemilihan Rektor periode 2026–2030 melalui SK Senat Universitas Sam Ratulangi Nomor 2270/UN12.34/LL/2026.
Berdasarkan jadwal yang tercantum, tahapan pemilihan berlangsung sebagai berikut:
- 14 Oktober 2026: Pembentukan panitia pemilihan.
- 22–31 Oktober 2026: Sosialisasi tahapan Pemilihan Rektor.
- 2–6 November 2026: Pendaftaran bakal calon rektor.
- 9–11 November 2026: Perpanjangan pendaftaran apabila jumlah pendaftar kurang dari empat orang.
- 12–18 November 2026: Seleksi administrasi, pemeriksaan kelengkapan dokumen, dan verifikasi.
- 19 November 2026: Penyampaian hasil penjaringan kepada Senat.
- 24 November 2026: Pengumuman hasil penjaringan bakal calon rektor.
- 25 November 2026: Penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon dalam Rapat Senat Terbuka. Pada hari yang sama, Senat menggelar rapat tertutup untuk menilai dan menetapkan tiga calon rektor.
- 26 November 2026: Penyampaian tiga nama calon rektor kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
- 18 Desember 2026: Pemilihan rektor oleh Senat Unsrat bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
- 19 Desember 2026: Penyampaian hasil pemilihan kepada kementerian.
Rangkaian tahapan tersebut menjadi bagian penting dari proses pergantian kepemimpinan Unsrat. Publikasi visi, misi, program kerja, serta rekam jejak para kandidat diharapkan dapat membantu sivitas akademika dan masyarakat mengikuti proses pemilihan secara lebih terbuka.
Dengan demikian, perjalanan akademik dan pengalaman kepemimpinan Prof. Grace Debbie Kandou menjadi salah satu profil yang patut dicermati menjelang Pilrek Unsrat 2026–2030. Namun, keputusan akhir tetap berada pada mekanisme pemilihan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
(Redaksi)
