Haul dan Reuni Akbar Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah
Targetkamera || Lebak, Banten – Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah yang berlokasi di Kampung Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam bersejarah yang memiliki peran besar dalam perkembangan keagamaan dan pembangunan daerah di wilayah perbatasan Banten dan Jawa Barat.
Pesantren yang didirikan pada tahun 1960 oleh ulama kharismatik KH. Mukhtar Abdul Nasir ini telah melahirkan banyak santri dan tokoh masyarakat yang berkiprah di berbagai bidang. Nama Al-Mukhtariyah diambil dari nama pendirinya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan beliau dalam menyebarkan syiar Islam.
Setelah menimba ilmu agama di berbagai pesantren, salah satunya di Sempur, Purwakarta, KH. Mukhtar Abdul Nasir kembali ke kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Tidak hanya dikenal sebagai pendidik dan ulama, sosok yang akrab disapa Mama Mukhtar juga tercatat memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah. Pada masa Orde Baru, ketika pembangunan infrastruktur tengah digencarkan pemerintah, beliau menjadi salah satu pelopor pembangunan Jalan Raya Nasional III yang menghubungkan Bayah hingga Cibareno sebagai jalur strategis lintas Provinsi Banten.
Perjuangan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui gagasan dan dukungan moral, tetapi juga dengan mewakafkan sebagian harta serta lahan miliknya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan negara. Atas dedikasinya tersebut, beliau memperoleh penghargaan selama dua tahun berturut-turut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Tokoh Agama Pelopor Pembangunan.
Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah juga menjadi saksi sejarah lahirnya Kecamatan Cilograng sebagai daerah otonom baru yang sebelumnya masih berada dalam wilayah Kecamatan Bayah. Berbagai gagasan dan pembahasan terkait kemajuan wilayah tersebut banyak dilakukan di lingkungan pesantren yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat itu.
Menjelang akhir hayatnya, semangat pengabdian Mama Mukhtar tidak pernah surut. Pada tahun 2019, beliau kembali mewakafkan sebagian tanah miliknya untuk mendukung pembangunan RSUD Cilograng, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
KH. Mukhtar Abdul Nasir wafat pada 1 Agustus 2019 dalam usia lebih dari 100 tahun. Beliau dimakamkan di halaman depan Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah. Hingga kini, makamnya rutin diziarahi para santri, alumni, dan masyarakat dari berbagai daerah yang mengenang jasa serta keteladanannya.
Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang perjuangan beliau, Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah setiap tahun menyelenggarakan Haul Mama KH. Mukhtar Abdul Nasir yang dilaksanakan pada tanggal 20 Dzulhijjah, atau sekitar 10 hari setelah Hari Raya Iduladha.
Tahun ini, kegiatan haul akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, dan dirangkaikan dengan Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah lintas angkatan. Acara tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antaralumni, santri, dan masyarakat, sekaligus mengenang perjuangan sang pendiri yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan agama, pendidikan, dan pembangunan di wilayah Cilograng serta sekitarnya.
(Red/Tim*
