Target Kamera || Banjarsari, LEBAK – Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ihsan akan kembali menggelar Haul ke-5 Syaikhuna KH. Ubaidillah sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk mengenang jasa serta keteladanan almarhum yang telah banyak berkontribusi dalam pendidikan Islam dan pembinaan umat.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan dilaksanakan pada Senin malam Selasa, 8 Juni 2026, bertepatan dengan 22 Dzulhijjah 1448 H, pukul 19.00 WIB, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Ciateul Jalupang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.

Haul merupakan tradisi keagamaan yang sarat makna, tidak hanya sebagai momentum untuk memanjatkan doa bagi almarhum, tetapi juga sebagai sarana mengenang perjuangan, meneladani akhlak, serta melanjutkan nilai-nilai dakwah yang telah diwariskan oleh para ulama.
Panitia penyelenggara mengajak seluruh santri, alumni, tokoh agama, serta masyarakat luas untuk hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian acara yang akan diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta tausiyah keagamaan.
Kegiatan Haul Syaikhuna KH. Ubaidillah ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Dzulhijjah oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ihsan. Tradisi tersebut terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antara keluarga, santri, alumni, dan masyarakat.
Melalui pelaksanaan haul yang dilakukan secara berkesinambungan setiap tahun, diharapkan semangat perjuangan, keikhlasan, ketawadhuan, serta dedikasi almarhum dalam menegakkan syiar Islam dan membina generasi muda dapat terus menjadi inspirasi bagi umat.
“Haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah berpulang, melainkan juga momentum untuk melanjutkan perjuangan dan meneladani akhlak mulia yang telah beliau wariskan kepada umat,” demikian pesan yang disampaikan panitia.
Dengan penuh harap dan doa, seluruh jamaah yang hadir akan bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar almarhum Syaikhuna KH. Ubaidillah senantiasa diberikan rahmat, ampunan, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga Allah SWT merahmati beliau, mengampuni segala dosa-dosanya, dan menempatkannya di surga-Nya yang mulia. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.” (Red*
Penulis: Asep Hadinata
