LEBAK | Mediatargetkamera.my.id – Langkah tokoh pemuda Kabupaten Lebak, M. Nabil Jayabaya, yang mempertemukan korban dugaan penculikan, Fam Fuk Jhong alias Uun, dengan Ketua DPRD Kabupaten Lebak menuai sorotan tajam. Pertemuan tersebut dipertanyakan oleh King Naga, yang menilai aksi itu sarat akan kepentingan tertentu karena dilakukan tanpa adanya konfirmasi kepada tim pengacara dari kedua belah pihak yang berperkara.
King Naga menyatakan kekecewaannya atas pertemuan yang dinilai melompati jalur hukum dan koordinasi resmi yang sedang berjalan. Menurutnya, perkara ini sudah masuk dalam ranah hukum dan ditangani oleh kuasa hukum masing-masing, sehingga segala tindakan yang melibatkan korban ataupun pihak terkait seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu.
“Kami mempertanyakan apa kapasitas dan kepentingan Saudara Nabil Jayabaya membawa korban Fam Fuk Jhong menemui Ketua DPRD Lebak, apalagi kalau Nabil Jayabaya sampai mengawal Ketua DPRD Lebak memenuhi panggilan Polda Banten, Mengapa pertemuan penting seperti ini dilakukan secara diam-diam tanpa ada pemberitahuan atau konfirmasi kepada pengacara kedua belah pihak? Ini ada apa?” ujar King Naga dalam keterangannya kepada media.
Ia menambahkan, tindakan membawa korban menemui unsur pimpinan legislatif tanpa koordinasi dengan tim hukum berpotensi menggiring opini publik dan bisa memengaruhi objektivitas penanganan kasus yang saat ini tengah bergulir. King Naga menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum dan etika profesi advokat yang sedang bekerja mendampingi klien.
Hingga berita ini diturunkan, pihak M. Nabil Jayabaya maupun Ketua DPRD Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dan tujuan dari pertemuan dengan Fam Fuk Jhong tersebut. Pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak masing-masing terkait untuk mendapatkan perimbangan informasi. (Red*
