PANDEGLANG || mediatargetkamera.my.id – Menghadapi dampak kemarau panjang yang menyebabkan keterbatasan air bersih, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Yatim bersama Yayasan Amaliah Astra dan Permata Bank Syariah berkolaborasi membangun sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Pondok Pesantren Al-Um, Kampung Pematang Sempur, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh relawan Rumah Yatim wilayah Jabodetabek, H. Roid Saputra, pada Rabu (28/10/2026). Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih para santri sekaligus masyarakat di sekitar pondok pesantren.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, Ustaz Rahmat selaku pengurus Pondok Pesantren Al-Um, serta para santri dan wali santri.
Selama musim kemarau, keterbatasan sumber air bersih menjadi persoalan yang dirasakan di lingkungan pesantren. Ketersediaan air yang terbatas menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, berwudu, hingga sanitasi.
H. Roid Saputra mengatakan, pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK tersebut diharapkan menjadi solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun nantinya tidak hanya diharapkan bermanfaat bagi penghuni pondok pesantren, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang menghadapi persoalan serupa.
“Kami berharap pembangunan sumur bor dan MCK ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan air bersih para santri, baik untuk mandi, berwudu, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Mudah-mudahan fasilitas ini juga dapat meringankan beban masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkap H. Roid.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Permata Bank Syariah serta Yayasan Amaliah Astra yang telah berkolaborasi bersama Rumah Yatim dalam merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Insyaallah, setelah pembangunan selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama, bukan hanya oleh para santri, tetapi juga masyarakat di sekitar pondok pesantren,” tambahnya.
Santri Bersyukur Mendapat Bantuan Air Bersih
Kebahagiaan atas dimulainya pembangunan tersebut turut dirasakan para santri Pondok Pesantren Al-Um. Rendy, salah seorang santri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, serta Permata Bank Syariah atas bantuan yang diberikan.
Menurut Rendy, keterbatasan air bersih selama ini menjadi kendala bagi para santri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan, mereka terkadang harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan mandi.
“Terima kasih kepada Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah yang telah membantu mewujudkan harapan kami untuk mendapatkan sumber air bersih dan fasilitas MCK yang layak. Selama ini kami mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan harus pergi cukup jauh hanya untuk mandi,” tutur Rendy.
Ia berharap pembangunan sumur bor dan MCK tersebut dapat segera rampung sehingga para santri bisa menjalani kegiatan belajar dan beribadah dengan lebih nyaman.
“Insyaallah, sebentar lagi kami bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena adanya bantuan ini. Semoga semua pihak yang telah membantu mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujarnya.
Warga Terpaksa Membeli Air Saat Kemarau
Sementara itu, Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, mengapresiasi kolaborasi Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, dan Permata Bank Syariah dalam membantu menyediakan akses air bersih bagi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.
Ia mengatakan, keterbatasan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat selama musim kemarau. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang sangat dirasakan masyarakat. Bahkan, ada warga yang harus membeli air dengan harga sekitar Rp5.000 per galon demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Eri.
Menurutnya, pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK merupakan bentuk kepedulian yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi memenuhi harapan pondok pesantren dan masyarakat untuk mendapatkan sumber air bersih yang layak. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi para santri serta warga sekitar,” tuturnya.
Penampungan Air Hujan Ikut Mengering
Pengurus Pondok Pesantren Al-Um, Ustaz Rahmat, menjelaskan bahwa sebagian besar santri yang menimba ilmu di pesantren tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ia memahami bahwa para orang tua santri memiliki keinginan untuk membantu memenuhi kebutuhan pesantren. Namun, keterbatasan ekonomi membuat dukungan yang dapat diberikan setiap keluarga berbeda-beda.
Kondisi tersebut semakin berat ketika kemarau berkepanjangan menyebabkan sumber air yang tersedia semakin terbatas. Bahkan, penampungan air hujan yang biasanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini turut mengering.
“Kami memahami kondisi para orang tua santri. Mereka tentu ingin membantu pesantren, tetapi keadaan ekonomi setiap keluarga berbeda-beda. Sementara itu, selama musim kemarau ini, kami mengalami kesulitan mendapatkan air. Penampungan air hujan yang biasanya kami gunakan pun sekarang sudah kering,” jelas Ustaz Rahmat.
Ia menambahkan, keterbatasan air bersih turut memengaruhi aktivitas para santri. Sebagian santri yang tinggal relatif dekat dengan pesantren terpaksa menjalani kegiatan belajar dengan pulang pergi dan tidak menetap di pesantren karena kondisi yang belum memungkinkan.
Karena itu, dimulainya pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK menjadi kabar menggembirakan bagi pengurus pesantren, santri, dan wali santri. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar, ibadah, serta kebutuhan sanitasi para santri secara lebih layak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Yatim, Yayasan Amaliah Astra, serta Permata Bank Syariah yang telah berkolaborasi membantu pesantren kami. Semoga pembangunan ini membawa manfaat jangka panjang bagi para santri dan masyarakat, serta menjadi amal kebaikan yang dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pahala berlipat ganda,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air bersih selama musim kemarau, tetapi juga menjadi dukungan jangka panjang bagi lingkungan pendidikan keagamaan dan masyarakat di Kecamatan Cikeusik.
Reporter: Satria Hidayat
