JAKARTA | Mediatargetkamera.my.id — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya penguatan budaya integritas di sektor pendidikan yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Wagub Dimyati usai menghadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan KPK, sejumlah menteri, kepala daerah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Dimyati menyampaikan bahwa hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Provinsi Banten tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan capaian dua tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, skor kita sudah meningkat dari 70,56 pada tahun 2024 menjadi 71,88 di tahun 2026. Mudah-mudahan ke depan posisinya bisa naik menjadi adaptif,” ujar Dimyati.
Ia menjelaskan, Indeks Integritas Pendidikan memiliki lima tingkatan, yakni rentan, korektif, adaptif, kuat, dan tangguh. Saat ini, Provinsi Banten masih berada pada kategori korektif.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten akan terus mendorong peningkatan indeks tersebut agar dapat naik ke level adaptif, bahkan hingga kategori kuat.
“Ini yang perlu dipacu bersama-sama supaya meningkat ke level adaptif. Syukur-syukur bisa menjadi kuat,” tuturnya.
Menurut Dimyati, penguatan integritas di sektor pendidikan merupakan tanggung jawab lintas sektor. Peningkatan indeks tidak semata-mata dimaknai sebagai pencapaian angka, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan budaya integritas dan upaya menekan potensi praktik korupsi di lingkungan pendidikan.
“Kita perkuat dan jaga bersama-sama indeks itu. Tujuannya untuk menghilangkan budaya korupsi, kolusi, serta sikap main-main, dan mengubahnya menjadi budaya kerja yang berintegritas,” tegasnya.
Dimyati juga berharap nilai-nilai integritas dapat ditanamkan sejak dini sehingga mampu membentuk generasi yang mencintai bangsa dan negara. Menurutnya, hal tersebut harus dimulai melalui perencanaan yang matang dan dilanjutkan dengan kolaborasi secara berkelanjutan.
Pemprov Banten, lanjutnya, juga mendorong penguatan kurikulum muatan lokal yang berorientasi pada pendidikan karakter.
“Melalui muatan lokal ini, kita ingin menjadikan anak-anak dan para guru berintegritas. Tujuannya agar lingkungan pendidikan menjadi wilayah yang bebas dari korupsi dan memiliki budaya kerja nyata yang baik. Tentunya, semua itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam sambutannya menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari ruang kelas. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi salah satu fondasi penting untuk menekan potensi tindak pidana korupsi di masa depan.
“Kalau ini sudah kita lakukan, mudah-mudahan bisa memperkuat budaya integritas, serta menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” ujar Setyo.
Setyo juga menyampaikan bahwa hasil SPI Pendidikan Nasional Tahun 2026 mencapai 73,30 dan masuk dalam kategori adaptif. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada skor 69,50.
“Kita bersyukur skornya sudah cukup tinggi dan berada pada posisi adaptif,” pungkasnya.
Selasa, 6 Oktober 2026
