PANDEGLANG, BANTEN, MTK.my.id — Polda Banten bersama TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, dan sejumlah unsur terkait terus melakukan pencarian terhadap rombongan media yang dilaporkan belum dapat dihubungi setelah melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Upaya pencarian dilakukan setelah Polda Banten menerima informasi pada Selasa (8/9) mengenai rombongan jurnalis yang sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, sejak informasi tersebut diterima, tim terpadu langsung bergerak melakukan pencarian. Hingga Rabu (9/9), operasi SAR masih terus dilanjutkan.
“Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Kapolda Banten, Rabu (9/9).
Irjen Pol Hengki menegaskan, keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian menjadi perhatian utama. Polda Banten juga memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi tersebut.
“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Siapkan Pos Antemortem
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Polda Banten juga telah menyiapkan pos antemortem yang berada di bawah Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten.
Pos tersebut disiapkan untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan dalam operasi pencarian dan penanganan korban.
“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” jelas Irjen Pol Hengki.
Pencarian Masih Difokuskan Lewat Jalur Laut
Terkait kemungkinan dilakukan pemantauan melalui udara, Kapolda Banten menyampaikan bahwa hingga saat ini pencarian masih difokuskan melalui jalur laut.
Pemantauan dari udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi, termasuk kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Untuk sampai dengan sekarang belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan PVMBG
Irjen Pol Hengki juga mengingatkan masyarakat serta pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditetapkan demi keselamatan.
“Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” ungkapnya.
Kapolda Banten turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, jangan cepat percaya dengan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial,” tutupnya.
