Pandeglang | Mediatargetkamera.my.id – Pemerintah Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kembali menjadi sorotan. Kepala Desa Leuwibalang, Sarnata, diduga mengabaikan pelayanan kepada masyarakat karena dinilai sulit ditemui, baik di kantor desa maupun di kediamannya.
Sejumlah warga mengaku kerap mendatangi kantor desa untuk mengurus berbagai keperluan administrasi. Namun, saat datang pada jam kerja, mereka mengaku sering tidak menemukan kepala desa di kantor. Bahkan, menurut mereka, kantor desa juga kerap dalam kondisi kosong.
“Beberapa hari lalu kami datang ke kantor desa untuk mengurus keperluan, tetapi kepala desa tidak ada. Kantor desa juga sering kosong. Padahal kantor desa merupakan tempat pelayanan masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Warga juga mengaku telah berupaya mendatangi rumah Kepala Desa Sarnata. Namun, hasilnya tetap sama karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.
“Kami menyimpulkan kepala desa kurang peduli terhadap pelayanan masyarakat dan lebih mementingkan urusan pribadi. Seorang pemimpin seharusnya berada di kantor desa pada jam kerja agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan baik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Yusril Mahendra, menyampaikan kritik terhadap kinerja Kepala Desa Leuwibalang yang dinilai kurang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengecam kinerja Kepala Desa Leuwibalang yang diduga mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin desa. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, kepala desa justru sulit ditemui,” kata Yusril Mahendra, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan, terlebih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, di mana berbagai kegiatan masyarakat membutuhkan koordinasi dan pelayanan dari pemerintah desa.
“Bahkan kantor desa sering kosong. Masyarakat yang membutuhkan tanda tangan kepala desa harus kebingungan mencarinya. Nomor telepon tidak aktif, begitu juga WhatsApp yang tidak bisa dihubungi. Kami berharap dinas terkait memberikan teguran agar persoalan seperti ini tidak menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait, dalam hal ini Kepala Desa Leuwibalang, Sarnata, belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi kantor desa maupun kediamannya, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Nomor telepon yang diketahui juga tidak aktif sehingga belum diperoleh keterangan maupun tanggapan resmi.
Reporter: Satria Hidayat
