PANDEGLANG | Targetkamera.my.id – Terpilihnya Wakil Bupati Pandeglang sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Pandeglang periode 2025–2030 kembali mendapat sorotan dari Tokoh Muda Panimbang, Ridwan Hanapi. Menurutnya, Kabupaten Pandeglang masih memiliki banyak kader muda yang dinilai layak memimpin organisasi kepemudaan tersebut.
Dalam wawancara dengan wartawan pada Rabu (22/7/2026), Ridwan mempertanyakan proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Karang Taruna. Ia menilai organisasi tersebut semestinya menjadi wadah pembinaan dan kaderisasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas, kepemimpinan, serta kontribusinya bagi pembangunan daerah.
“Kami bertanya, apakah Kabupaten Pandeglang benar-benar sudah tidak memiliki kader muda yang layak memimpin Karang Taruna? Padahal, banyak pemuda yang memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, dan dedikasi untuk mengemban amanah tersebut,” ujar Ridwan Hanapi.
Ridwan berpendapat, ketika organisasi kepemudaan dipimpin oleh pejabat yang sedang menjabat di pemerintahan, hal tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi itu dapat memunculkan pertanyaan mengenai independensi organisasi serta ruang kaderisasi bagi generasi muda.
“Dalam hal ini, jika pimpinan Karang Taruna merupakan pejabat nomor tiga di Kabupaten Pandeglang, tentu patut dipertanyakan bagaimana independensi organisasi serta ruang kaderisasi bagi generasi muda,” katanya.
Meski demikian, Ridwan menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada pribadi Wakil Bupati Pandeglang. Menurutnya, pandangan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan organisasi kepemudaan di Kabupaten Pandeglang.
“Kami berpendapat, apabila ruang kepemimpinan organisasi kepemudaan terus diisi oleh pejabat publik, kesempatan bagi kader muda untuk belajar memimpin dan mengembangkan kapasitasnya dikhawatirkan akan semakin terbatas,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pandeglang tidak kekurangan sosok muda yang memiliki kemampuan untuk memimpin Karang Taruna.
“Pandeglang tidak kekurangan stok pemuda yang berpotensi. Justru banyak kader muda yang layak diberikan kesempatan memimpin Karang Taruna. Regenerasi harus berjalan agar organisasi ini tetap menjadi wadah pembinaan generasi muda, bukan sekadar simbol,” tegas Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan juga menyoroti komposisi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Pandeglang periode 2026–2030 yang dipimpin oleh Wakil Bupati dengan sekretaris yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persepsi adanya dominasi pejabat publik dalam organisasi kepemudaan.
Karena itu, ia menilai tata kelola organisasi harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tetap membuka ruang yang luas bagi kaderisasi generasi muda agar Karang Taruna dapat menjalankan fungsi sosial dan pemberdayaan secara optimal.
“Pemuda harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Karang Taruna harus menjadi rumah besar bagi generasi muda untuk belajar memimpin, menyampaikan gagasan, dan mengabdi kepada masyarakat. Jangan sampai ruang itu semakin menyempit karena minimnya regenerasi,” pungkasnya.
(RC)
