Target Kamera || TASIKMALAYA – Di balik hamparan pegunungan hijau yang memanjakan mata, terdapat sebuah destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, yakni Desa Wisata Taraju (Dewata) yang berada di Kecamatan Taraju.
Keindahan alam yang dimiliki kawasan ini tidak lepas dari inisiatif dan kreativitas masyarakat setempat yang berkomitmen menjadikan Taraju sebagai desa wisata unggulan. Dengan panorama kebun teh yang hijau, udara sejuk, serta suasana alam yang masih asri, Dewata menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pada Minggu (7/6/2026), perjalanan bersama keluarga dan kerabat mengantarkan kami ke sebuah permata alam yang tersembunyi di Bumi Parahyangan. Pesona alam yang ditawarkan Dewata mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda, memadukan keindahan alam pegunungan dengan aktivitas edukasi, budaya, dan petualangan.
Prestasi Desa Wisata Taraju juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada tahun 2023, desa ini berhasil meraih Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) untuk kategori Digital dan Kreatif, sebuah penghargaan bergengsi yang semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Daya Tarik Utama Desa Wisata Taraju
Berbagai aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Dewata, di antaranya:
Memetik Daun Teh Bersama Petani Lokal
Pengunjung dapat merasakan pengalaman langsung memetik daun teh di perkebunan sambil belajar mengenai proses budidaya teh.
Camping di Tengah Hamparan Kebun Teh
Suasana malam yang sejuk dan tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam yang ingin berkemah.
Spot Foto Instagramable
Tersedia berbagai titik foto dengan latar belakang perbukitan hijau yang memukau.
Tracking dan Lintas Alam
Jalur trekking yang melewati perkebunan teh dan hutan pinus menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang.
Wisata Kuliner Khas Taraju
Pengunjung dapat menikmati secangkir kopi atau teh hangat khas Taraju, lengkap dengan sensasi menyantap nasi liwet di alam terbuka.
Lokasi dan Akses
Desa Wisata Taraju berlokasi di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Jarak: sekitar 41–48 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya.
Waktu Tempuh: kurang lebih 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan.
Akses Jalan: kondisi jalan cukup baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua hingga bus berukuran kecil.
Harga Tiket dan Fasilitas
Untuk menikmati keindahan alam Dewata, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp3.000 per orang.
Fasilitas yang tersedia antara lain:
Area parkir
Mushala
Toilet
Warung makan
Homestay bagi wisatawan yang ingin menginap
Wisata Religi dan Situs Budaya di Sekitar Taraju
Selain wisata alam, kawasan Taraju juga memiliki sejumlah situs budaya dan makam yang sering menjadi tujuan wisata religi dan sejarah.
1. Taman Situs Keputihan
Berlokasi di Purwarahayu, Taraju. Situs purbakala dan kawasan yang disakralkan ini kerap menjadi lokasi ziarah dan dijaga oleh juru kunci setempat.
2. Makam Eyang Sunan Rohmat Gunung Siang
Terletak di wilayah Parentas, Kecamatan Cigalontang yang berbatasan dengan Taraju. Lokasi ini dikenal memiliki patilasan dan makam yang dihormati masyarakat, dengan suasana pegunungan yang asri dan menenangkan.
3. Makam Raden Kagok Katalayah
Makam tokoh penyebar agama Islam yang berada di kawasan sekitar Taraju. Tempat ini cukup dikenal sebagai tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah.
Menikmati Keindahan Alam dan Kearifan Lokal
Perjalanan menuju Desa Wisata Taraju menjadi pengalaman yang berkesan. Hamparan kebun teh yang hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta keramahan masyarakat setempat menghadirkan suasana yang sulit ditemukan di perkotaan.
Bagi para pecinta wisata alam, petualangan, maupun wisata religi, Dewata Taraju merupakan destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Tasikmalaya. Keindahan alam yang masih terjaga dipadukan dengan nilai budaya dan sejarah menjadikan kawasan ini sebagai salah satu permata wisata yang patut dibanggakan oleh masyarakat Jawa Barat.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Redaksi Media Online
