Banjarsari, Lebak || Targetkamera.my.id Lingkung Seni Siswa (LISWA) SMA Negeri 1 Banjarsari menggelar kegiatan bertajuk “Seni Bermasyarakat” pada Sabtu (30/5/2026) di Pendopo Kantor Kecamatan Banjarsari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Berani Tampil #Eps.10, yang selama ini menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas pelajar di bidang seni.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Berani Tampil episode ke-10 hadir dengan konsep yang lebih luas melalui kolaborasi antara LISWA, Karang Taruna Kecamatan Banjarsari, Gerakan Mahasiswa Banjarsari (GEMARI), serta dukungan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Banjarsari, LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia), dan berbagai media. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai pentas seni kolaboratif pertama yang melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan insan media di Kecamatan Banjarsari.

Ketua Umum LISWA, Desta, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk membawa seni lebih dekat kepada masyarakat sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi generasi muda.
“Berani Tampil merupakan program kerja LISWA yang selama ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni. Pada episode ke-10 ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan melibatkan berbagai elemen pemuda di Banjarsari. Harapannya, kegiatan ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Banjarsari (GEMARI), Muhamad Haris, menilai kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem kreativitas di daerah.
“Selama ini banyak kegiatan kepemudaan berjalan sendiri-sendiri. Melalui Seni Bermasyarakat, kami mencoba menyatukan energi pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam satu kegiatan bersama. Ini menjadi momentum yang baik untuk menunjukkan bahwa kolaborasi dapat melahirkan kegiatan yang lebih besar dan berdampak bagi masyarakat,” kata Haris.
Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Banjarsari, Asep Hamidi, menyambut baik hadirnya kolaborasi lintas organisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemuda Banjarsari memiliki semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya pentas seni di Banjarsari digelar melalui kerja sama antara pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda bersama yang mampu mendorong lahirnya kreativitas serta partisipasi aktif generasi muda,” ungkapnya.
Ketua KNPI Kecamatan Banjarsari, Hafidz Usman, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi menjadi modal penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.
“Kami sangat mendukung kegiatan Seni Bermasyarakat ini karena menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan. Semoga kolaborasi seperti ini terus berkembang dan mampu melahirkan berbagai program kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hafidz.
Sementara itu, Cecep Suryadi, yang akrab disapa Blel, selaku Pj Ketua GMBI KSM Banjarsari, menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarorganisasi mampu menciptakan ruang kreatif yang positif bagi generasi muda.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika berbagai elemen pemuda bersatu, akan lahir energi besar yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pemuda untuk aktif berkarya serta menjaga nilai kebersamaan,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari Asep Hadinata, yang akrab disapa Apolo, selaku Pimpinan Redaksi Media Target Kamera. Ia menilai kegiatan Seni Bermasyarakat memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengembangan kreativitas generasi muda.
“Kami mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan para pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan di Banjarsari. Kegiatan seperti ini patut didukung karena mampu menjadi wadah bagi lahirnya talenta-talenta muda sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat,” ungkap Apolo.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan disuguhkan beragam penampilan seni, mulai dari band, tari kreasi, kabaret, teater monolog, baca puisi, hingga lapak buku yang dapat diakses secara terbuka oleh para pengunjung.
Melalui tema “Seni Bermasyarakat”, panitia ingin menegaskan bahwa seni tidak hanya hadir sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan, literasi, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya ruang-ruang kolaborasi kreatif yang lebih besar bagi generasi muda Banjarsari di masa mendatang.
(Red*
