Targetkamera.my.id || PANDEGLANG – Aksi damai yang digelar oleh Forum Koperasi Desa Merah Putih (F-KDKMP) Kabupaten Pandeglang berujung ricuh di kawasan Hotel Mutiara Carita, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes peserta pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Garuda Solusi Kreatif bekerja sama dengan Primer Koperasi Kartika Sejahtera Pandeglang.
Kericuhan terjadi saat massa aksi tiba di lokasi kegiatan. Sejumlah peserta aksi mengaku mendapat penghadangan dari oknum tak dikenal yang diduga berupaya membubarkan aksi. Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong serta adu argumen di lapangan.
Padahal, pihak forum menyatakan telah menempuh prosedur dengan menyampaikan surat pemberitahuan aksi secara resmi kepada Polres Pandeglang.
Ketegangan sempat mereda setelah dilakukan upaya mediasi. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi konkret atas tuntutan yang diajukan. Mediasi kemudian dipindahkan ke Kantor Kecamatan Carita dengan difasilitasi unsur keamanan dari Kodim 0601 Pandeglang.
Sayangnya, hingga beberapa jam menunggu, pihak panitia penyelenggara tidak kunjung hadir untuk memberikan klarifikasi. Hal ini memicu kekecewaan massa aksi yang kemudian menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut.
Dukung Program Presiden, Tapi Minta Transparansi
Koordinator Lapangan Aksi, Entis Sumantri, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, termasuk Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, ia menekankan bahwa implementasi program harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum.
“Kami mendukung program Presiden. Tetapi kami membutuhkan kejelasan implementasi di lapangan yang transparan dan berkelanjutan,” ujar Entis.
Ia juga menyoroti adanya dugaan tindakan intimidasi serta praktik premanisme yang dinilai mencederai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
Soroti Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah
Sementara itu, Ketua KDKMP Pandeglang, Widianingsih, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelatihan dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun, setiap desa/kelurahan dibebankan biaya sebesar Rp14.980.000. Dengan total 339 desa, nilai keseluruhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp5,07 miliar.
Namun, peserta menilai fasilitas, konsumsi, uang saku, kualitas narasumber, hingga materi pelatihan belum memenuhi ekspektasi.
Pelatihan tersebut diikuti oleh ratusan perwakilan desa dan dilaksanakan dalam dua tahap. Program ini sejatinya bertujuan memperkuat kelembagaan koperasi desa sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
16 Tuntutan Forum KDKMP
Dalam aksinya, Forum KDKMP Pandeglang menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
- Evaluasi kegiatan pelatihan oleh penyelenggara
- Transparansi anggaran pelatihan
- Kejelasan legalitas dan status pengurus KDKMP
- Transparansi pengelolaan dana oleh pihak terkait
- Kepastian penggunaan lahan dan pembangunan KDKMP
- Pengembalian sisa anggaran kepada desa
- Penghentian segala bentuk intimidasi
Selain itu, forum juga meminta pertanggungjawaban dari berbagai pihak terkait, termasuk penyelenggara kegiatan, koperasi mitra, hingga instansi pemerintah daerah.
Aksi Akan Terus Dikawal
Forum KDKMP Pandeglang menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal dalam mengawal program koperasi desa agar berjalan sesuai tujuan.
Mereka menyatakan akan terus memperjuangkan aspirasi hingga mendapatkan kejelasan dan solusi dari pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk membawa persoalan ini ke tingkat pemerintah pusat.
Koordinator Lapangan Aksi
Forum KDKMP Pandeglang
Entis Sumantri
Widianingsih
