SERANG, BANTEN || Mediatargetkamera.my.id — Pemuda Berdampak melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten. Pertemuan tersebut membahas penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, mengatakan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan, tetapi juga harus menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak. Perlindungan tidak cukup hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi harus dibangun melalui kesadaran bersama mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat. Pemuda harus ikut mengambil peran dalam mengawal hal tersebut,” ujar Bagas Yulianto.
Menurut Bagas, generasi muda memiliki posisi strategis untuk terlibat dalam berbagai upaya edukasi, kampanye positif, pencegahan kekerasan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan pemberdayaan perempuan.
Sementara itu, Sekretaris DP3AKKB Provinsi Banten, Erminiwati, mengapresiasi langkah Pemuda Berdampak yang melakukan silaturahmi sekaligus membawa gagasan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Kami mengapresiasi Pemuda Berdampak yang hadir dan memiliki kepedulian terhadap isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kolaborasi dengan generasi muda sangat penting untuk memperkuat edukasi dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” ujar Erminiwati.
Erminiwati berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan organisasi kepemudaan dapat terus dibangun. Dengan demikian, berbagai gagasan yang disampaikan dapat dikembangkan menjadi kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemuda Berdampak menegaskan dukungannya terhadap upaya DP3AKKB Provinsi Banten dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Melalui audiensi tersebut, Pemuda Berdampak berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih konkret dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berdaya.
Pemuda Berdampak
Mengabdi, Bergerak, Berdampak.
