Mediatargetkamera.my.id
Pangandaran – Prajurit Pos TNI AL (Posal) Pangandaran yang berada di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung terus mengintensifkan program ketahanan pangan melalui kegiatan pematangan lahan di Dusun Bojongsalawe, RT 06/RW 02, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dipimpin oleh Danposal Pangandaran, Lettu Dadang Darjat, bersama para prajurit Posal Pangandaran dan petani binaan.
Program ini memanfaatkan lahan milik TNI AL seluas sekitar 10.000 meter persegi (1 hektare) yang merupakan bagian dari total lahan seluas 30.000 meter persegi (3 hektare). Lahan tersebut dipersiapkan untuk ditanami komoditas semangka dan pepaya yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kearifan lokal setempat.
Program ketahanan pangan ini bertujuan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan produktif, sekaligus mendukung ketersediaan kebutuhan buah dan sayuran bagi masyarakat.
Adapun tahapan pekerjaan yang dilaksanakan meliputi:
- Membersihkan lahan dari gulma, tunggul, dan sisa tanaman.
- Menggemburkan tanah dengan proses pencangkulan.
- Membuat bedengan atau pematang dengan lebar 1–1,5 meter, tinggi 15–20 sentimeter, serta panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
Hingga saat ini, proses pematangan lahan telah memasuki hari ke-7 dari target penyelesaian sekitar tiga minggu.
Danposal Pangandaran bersama seluruh personel berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya bagi keluarga besar Posal Pangandaran dan Lanal Bandung, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga program ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Danposal Pangandaran.
Program ini menjadi wujud komitmen TNI AL dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara prajurit dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.
(Redaksi)
