PANDEGLANG | Mediatargetkamera.my.id — Warga Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyoroti penyelesaian pembangunan jalan cor beton yang disebut merupakan bagian dari pembangunan tahap I tahun 2025. Pembangunan tersebut menjadi perhatian masyarakat lantaran pekerjaan yang semestinya dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 baru diselesaikan pada Oktober 2026.
Persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat melalui audiensi dengan pihak-pihak terkait. Dalam kesempatan tersebut, warga bersama Gerakan Aktivis Selatan menyampaikan sejumlah pertanyaan dan aspirasi terkait proses penyelesaian pembangunan jalan tersebut.

Namun, menurut keterangan warga, Kepala Desa Leuwibalang Sarnata beserta jajaran Pemerintah Desa Leuwibalang tidak hadir dalam audiensi tersebut.
Gerakan Aktivis Selatan bersama warga berharap adanya penjelasan terbuka dari Pemerintah Desa Leuwibalang mengenai proses pelaksanaan pembangunan, termasuk alasan pekerjaan tahap I tahun 2025 belum diselesaikan sesuai waktu yang direncanakan.
Warga juga meminta agar pelaksanaan pembangunan dapat dipastikan sesuai dengan perencanaan, volume pekerjaan, kualitas material, serta ketentuan penggunaan anggaran yang berlaku.
Meski pembangunan jalan cor beton yang sebelumnya belum tuntas itu akhirnya diselesaikan, warga menilai masih terdapat persoalan yang perlu mendapat penjelasan dan evaluasi, khususnya terkait waktu pelaksanaan, pengawasan, serta tindak lanjut dari dinas terkait.
Salah seorang warga Desa Leuwibalang, Kamsari, mempertanyakan mengapa pekerjaan yang disebut masuk dalam tahap I tahun anggaran 2025 baru diselesaikan pada 2026.
“Kami menyayangkan mengapa pembangunan yang merupakan tahap I tahun 2025 baru diselesaikan pada Oktober 2026. Artinya, pelaksanaannya sudah melewati tahun anggaran. Yang kami pertanyakan adalah bagaimana pengawasan dan tindak lanjut dari dinas terkait terhadap pekerjaan yang belum diselesaikan sesuai waktu yang direncanakan,” ujar Kamsari kepada wartawan, Jum’at (2/10/2026).
Menurut Kamsari, penyelesaian pekerjaan tersebut tidak serta-merta menghilangkan pertanyaan masyarakat mengenai proses pelaksanaan pembangunan sebelumnya.
Ia menegaskan, masyarakat pada prinsipnya mendukung penyelesaian pembangunan karena jalan tersebut merupakan fasilitas yang dibutuhkan warga. Namun, menurutnya, aspek perencanaan, pelaksanaan, waktu pengerjaan, kualitas pekerjaan, serta pengawasan tetap perlu diperjelas.
“Kami bukan tidak sepakat pembangunan ini diselesaikan. Justru kami mendukung agar pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat. Tetapi, persoalan waktunya juga harus dijelaskan. Kalau pekerjaan itu merupakan pembangunan tahun 2025 tetapi baru diselesaikan tahun 2026, kami sebagai masyarakat tentu berhak mempertanyakan bagaimana proses pengawasan dan evaluasinya,” katanya.
Kamsari juga meminta dinas terkait tidak hanya menunggu laporan atau audiensi dari masyarakat, tetapi melakukan pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.
“Kami memiliki hak untuk mendapatkan pembangunan yang sesuai dengan perencanaan, kualitas, dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan sangat penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status pekerjaan tersebut, termasuk dasar penyelesaian pekerjaan pada 2026, mekanisme pengawasan, serta apakah terdapat evaluasi terhadap keterlambatan pelaksanaannya.
“Kami meminta dinas terkait memberikan perhatian serius dan melakukan evaluasi secara transparan. Kami tidak bermaksud menghambat pembangunan, tetapi masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Kamsari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari Kepala Desa Leuwibalang Sarnata maupun pihak Pemerintah Desa Leuwibalang terkait alasan pekerjaan tersebut baru diselesaikan pada 2026. Konfirmasi kepada pihak desa dan dinas terkait tetap diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan pembangunan tersebut dapat disajikan secara berimbang.
Reporter: Satria Hidayat
