Lebak, Targetkamera.my.id – Air Sungai Ciliman diduga tercemar limbah efluen kelapa sawit. Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) DPAC Banjarsari, Kabupaten Lebak, mengecam oknum penanggung jawab Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PTPN IV Regional I PKS Kertajaya yang diduga lalai dalam pengelolaan limbah.
Akibat dugaan kelalaian tersebut, biota air Sungai Ciliman yang seharusnya bersih dan bebas dari pencemaran disebut menjadi keruh dan tercemar limbah efluen.
PTPN IV Regional I PKS Kertajaya sendiri berlokasi di Jalan Raya Saketi–Malingping, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN VIII PKS Kertajaya.
Usup Suparman selaku Asisten Administrasi (Adsi) sekaligus TU PTPN PKS Kertajaya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.19 WIB membenarkan adanya kondisi tersebut.
“Waalaikumsalam iya, tadi sudah disurvei oleh tim kami. Ternyata itu limbah yang tersisa di parit pembuangan terdorong oleh air hujan sehingga air menjadi hitam, tapi biasanya tidak lama dan kembali normal pagi harinya. Kemungkinan juga bercampur dengan limbah tambang pasir. Saat ini masih dipantau oleh tim kami,” ujar Usup.
Saat dikonfirmasi terkait langkah mitigasi untuk mengantisipasi limbah efluen agar tidak mengalir ke Sungai Ciliman, Usup menjelaskan bahwa pihak perusahaan tengah melakukan proses SLO agar limbah dapat dialirkan ke kebun sawit sebagai pupuk.
“Kebetulan ini sedang proses SLO. Nantinya akan menggunakan land application, dibuang ke kebun sawit untuk pupuk. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pengerukan kolam IPAL,” imbuhnya.
Namun, saat ditanya mengenai upaya pemulihan dampak pencemaran terhadap Sungai Ciliman serta siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, Usup hanya menyampaikan bahwa seluruh perizinan perusahaan tersedia di kantor bagian terkait.
“Kalau izin ada pak, bagian DCC dan Asisten QA yang pegang,” terangnya.
Usup juga membagikan video kondisi terkini Sungai Ciliman yang diklaim sudah kembali normal. Dalam video tersebut disebutkan bahwa warna hitam pada air sungai sudah tidak terlihat lagi dan kondisi air mulai jernih meski masih keruh akibat hujan.
“Kondisi air Ciliman sudah jernih. Warna hitam sudah tidak ada, alhamdulillah sudah hampir normal. Ini hanya keruh bawaan air hujan,” ucap suara dalam video tersebut pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 19.14 WIB.
Terpisah, Ketua BBP DPAC Banjarsari, Jais Anggara, mengecam pernyataan Usup Suparman yang dinilai tidak konsisten dan berpotensi memprovokasi opini publik.
“Dalam keterangannya, saudara Usup terkesan menyalahkan faktor hujan dan juga memframing limbah efluen bercampur dengan limbah tambang pasir. Ini yang saya kecam,” ujar Jais Anggara.
Jais menegaskan, apabila pihak PTPN terus mengelak dari persoalan dugaan pencemaran limbah tersebut, pihaknya akan membawa sampel air Sungai Ciliman untuk diuji laboratorium ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten.
“Jika terbukti, saya harap PTPN IV Regional I segera mengevaluasi kinerja penanggung jawab pengelola IPAL yang diduga lalai dan abai terhadap tupoksinya. Sehingga polemik limbah efluen kelapa sawit yang diduga mencemari Sungai Ciliman tidak terus berulang. Bila perlu dicopot dari jabatannya,” tandasnya. (Red*
